Istilah bendungan memang sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Bangunan yang dibangun untuk menampung dan menahan air inilah yang telah membantu manusia dalam kelancaran aktivitasnya. Arti kata bendungan sendiri adalah sebuah tembok yang dibentuk dari berbagai batuan, tanah, beton untuk menahan laju air. Semakin kuat bahan yang digunakan dalam pembangunan bendungan, maka semakin kuat pula tembok bendungan ini untuk menahan laju air dan menampungnya.

Masyarakat sering menyebutnya dengan istilah “Dam”. Air yang telah ditahan oleh Dam ini yang akan menjadi stok persediaan air untuk irigasi maupun untuk kebutuhan masyarakat kota. Selain itu peran Dam yang lain adalah sebagai sarana rekreasi bagi warga yang ingin menghilangkan penat, apalagi ketika air di dalam bendungan tersebut telah menjadi habitat ikan maupun hewan-hewan laut lainnya, sehingga sangat cocok untuk rekreasi.

Dalam dunia pertanian, tentunya peran bendungan ini sangat membantu kinerja petani dalam mengolah lahan pertaniannya. Proses irigasi akan berjalan pula ketika ketersediaan air tercukupi. Kebanyakan air yang akan dialirkan inilah sebelumnya akan ditampung oleh Dam, lalu akan alirkan melewati pintu air yang telah tersedia. Dari sinilah area persawahan, perkebunan dan lahan pertanian lainnya akan tumbuh subur.

Selain berfungsi untuk menampung air bersih, dam juga memiliki fungsi lain yaitu menjadi penahan banjir. Ketika curah hujan turun yang turun sangat tinggi, maka bendungan ini akan terisi oleh air hujan dan air yang berasal dari hulu. Dam menjadi penampung air sementara, agar air yang berlebihan tidak akan masuk atau mengalir ke kota. Sehingga, ketika musim kemarau, bendungan akan kering, pun sebaliknya ketika hujan turun deras, bendungan ini akan terisi penuh oleh air. Saat sungai-sungai di kota mulai surut, air dalam bendungan akan dialirkan kembali ke sungai-sungai tadi.